Our social:

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2015

Menulis; Langkah Awal Merekam Sejarah

"Tulislah pengalamanmu hari ini, catatan-catatan kecil itu bisa menjadi bagian sejarah anda dimasa datang"

Sepintas tak ada yang menarik dari ungkapan tersebut namun jika kita menelaahnya lebih lanjut kemungkinan besar anda akan menemukan hidayah yang luar biasa untuk mulai menulis, entah itu menulis diary, cerpen, atau belajar menulis artikel.

Banyak hal yang menarik untuk diceritakan dan dirangkum melalui sebuah catatan harian anda, namun hal menarik tersebut akan  berlalu begitu saja karena kekurang sadaran anda untuk menulis. 

Mengutip ungkapan senior inspiratif saya, Chamad Hojin redaktur koran SINDO ketika mengikuti diskusi beliau pada diklat jurnalistik; menjadi jurnalis itu mudah pada sabtu (06/06/2015) kemarin, menyebutkan bahwa" menjadi seorang penulis itu sangat gampang karena syarat utama menjadi seorang penulis itu adalah keinginan dan konsistensi anda dalam menulis, tanpa unsur dua ini kemungkinan besar sangat mustahil bagi anda untuk merealisasikan diri sebagai penulis. 

Dalam kegiatan tulis menulis jangan sekali-sekali beranggapan bahwa tulisanmu akan wah atau wow gitu, mulailah dari hal terkecil dari yang anda alami setiap hari misalnya ketika pergi ke kampus anda bertemu siapa di jalan, ketika dalam kelas ada temen berantem, atau ketika lewat di trotoar jalan bertemu dengan iring-iringan Presiden Jokowi,  dan lain sebagainya. (Pokoknya yang sederhana dulu dech, y! y! y!) 

Jadi... Kesimpulan dari kunci utama menulis itu adalah kemauan dan konsistensi, dan mulai sekarang cobalah membiasakan diri anda menulis setiap hari entah itu menulis tips n trik, cerpen, puisi, dan lain-lain. #HayoMulaiMenulis, Kalau Bukan Anda, Siapa Lagi!??

Kalau bisa setelah membaca artikel ini mulailah berjanji pada diri sendiri untuk menulis setiap hari. Ucapkan kata-kata seperti ini;
- Demi waktu dan mengangkat martabat saya, mulai hari ini saya akan selalu menulis setiap hari. Jika hal itu tidak terlaksana sama artinya saya berbohong kepada kedua orang tua (Hayo ikutin dan lakuin)
- Saya berjanji akan memposting setiap tulisan saya ke medsos atau menyimpannya dalam sebuah file penting dalam netbook/komputer atau di buku catatan harian saya.

Ucapkan janji diatas minimal 10x sebelum dan sesudah anda tidur. Lets Do it, Talk Less Do More. 

Sebelum saya akhiri simak dulu kata-kata penyemangat yang mungkin saja bisa menjadi motivasi anda sehari-hari. 

"Sejarah itu bisa menjadi bahan bakar sebagai penggerak utama perubahan di Negeri korup dan terbelakang ini, sejarah adalah Bahan Bakar dan Pemudalah Apinya"
-Es Ito, dalam Novel Negara Kelima-


Selasa, 10 Maret 2015

Hindari Pertanyaan Ini Ketika Anda Interview Kerja

Bagi anda pencari kerja, momentum wawancara kerja merupakan hal yang sangat penting terhadap keterima atau tidaknya anda dalam sebuah perusahaan tempat ngelamar. Banyak orang gagal pada tahap ini karena disebabkan oleh pertanyaan ceroboh yang di lontarkan ketika pencari kerja sedang menghadapi interview kerja. 

Dalam interview kerja sangat diharapkan keaktifan anda untuk menjawab dan sebisa mungkin anda bertanya kembali mengenai jenis tugas pokok ketika diterima kerja, hal seperti ini bisa memberikan penilaian positif terhadap anda di mata pewancara karena hal yang anda lakukan adalah "calon pekerja yang komunikatif" hindari pertanyaan yang tidak berkaitan dengan posisi dilamar.  

Nah,, berkaitan dengan itu artikel kali ini akan membahas mengenai hal itu, yaitu "pertanyaan yang harus dihindari ketika wawancara kerja". Untuk pingin tahu lebih jelasnya mengenai pertnyaan tersebut berikut penjelasannya;

Pertama, Jangan sekali-sekali bertanya tentang "apa yang perusahaan ini lakukan?" untuk itu terlebih dahulu Lakukan riset terlebih dahulu mengenai seluk beluk perusahaan yang dituju sebelum anda mengikuti interview kerja, tujuannya adalah supaya anda mengetahui bisnis dan industri apa yang digeluti perusahaan yang hendak di lamar. 

Sebaiknya tanyakan saja seperti ini " saya sangat mengerti dan mengetahui seluk-beluk perusahaan ini, perusahaan anda bergerak dalam bidang (mis; perbangkan) dan merupakan bidang yang cukup kompetitif. Lalu bagaimana Saya memposisikan diri terhadap pesaing saya?

Kedua, Jangan sekali-kali bertanya dengan ungkapan "Apa saya bisa pindah ke departemen lain dalam perusahaan ini? Sebaiknya cobalah bertanya dengan ungkapan "Peluang-peluang apa yang dapat dikembangkan untuk posisi ini (misal; frontliner)?

Ketiga, Jangan tanyakan "Apa saya harus lembur? Apakah saya harus bekerja pada akhir pekan?" pertanyaan seperti ini memberikan sinyal bahwa anda tidak bersedia lembur selama Priode anda bekerja. Oleh sebab itu pertanyaan yang disarankan adalah "Tipikal bekerja dalam seminggu di perusahaan ini seperti apa!?" 

sedangkan menurut sumber lain, di Indonesia banyak sekali pewancara yang mengajukan pertanyaan pribadi tentang anda, baik terhadap keluarga, latar belakang, dan lainnya. Sebaiknya hindari pertanyaan seperti ini jika anda diberitakan kesempatan bertanya ke pewancara anda, sebaiknya tanyakan pertnyaan seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya. 

Ingat!! Pastikan diri anda untuk bertanya lebih dari satu pertanyaan, karena dengan demikian menunjukkan anda mempunyai antusias yang besar untuk bergabung di perusahaan tersebut.

Sumber; dari berbagai informasi

Selasa, 16 Desember 2014

Cara Transfer Uang dari Bank BRI ke Bank Muamalat melalui ATM

Kali ini saya akan memposting "Cara Transfer Uang dari Bank BRI ke Bank Muamalat melalui ATM". Buat yang GapTek dalam dunia per-Bank-an seperti saya ini (hehe) disuruh transfer pembayaran dari bank BRI ke rekening lain pasti sudah bingung bagaimana caranya.. Awalnya saya kira harus berbelit-belit untuk transfer nya, ternyata mudah banget. Asalkan di kartu ATM kita tertera logo ATM Bersama pasti bisa.
Dulu saya kira kalo bank BRI hanya bisa transfer ke sesama Bank, jadi pupus sudah harapan saya mau bantu cewek sendiri untuk beli keperluannya dia (hikz hikz jadi PHPin dia terus)  :D Alay dikit lah,,
Trus saya cari Info di mbah Google ternyata bisa tapi belum saya coba :D sampai ketemulah cara di bawah ini :
Cara Transfer Uang ke Rekening BERSAMA :
*.Masukkan Kartu ATM anda
*.Masukkan PIN
*.Di menu utama pilih menu: “TRANSFER“
*.Pilih menu : ”KE REKENING BANK LAIN”
*.Ketikkan : Kode Bank Tujuan  (biasanya 3 digit) diikuti Nomor Rekening Tujuan.
*.Untuk melihat Kode Bank pilih ”DAFTAR KODE BANK”
*.Jika sudah benar pilih “BENAR”
*.Di layar berikutnya tampil permintaan nomor referensi, yang bisa dikosongkan dengan memilih “BENAR”
*.Ketikkan nominal transfer (untuk point ini urutannya bisa berbeda antara masing-masing bank)
*.Lakukan konfirmasi transaksi transfer setelah Nomor Rekening dan Nama Pemilik rekening tujuan muncul di layar
*.Jika sudah benar, transaksi di proses, keluar struk transfer dana.
Contoh Tampilan Kode BankDan biaya per Transfer nya adalah Rp. 5000,-. Gampang too :D, hehehe

Sekian dulu yah pembahasan kita mengenai "Cara Transfer Uang dari Bank BRI ke Bank Muamalat melalui ATM ini. semoga bermanfaat bagi kalian semua :)

O iya jangan lupa selalu kunjungi BLOG saya yang masih newbie ini :) dan klik iklan + daftar jga, OK :D see you tomorrow..